Indonesia

Sejarah Singkat

Kongregasi kami dimulai di Indonesia pada tanggal 7 Oktober 1918, ketika 10 suster dari Belanda menginjakkan kaki untuk pertamakalinya di Tanjung Priok, Batavia (sekarang Jakarta). Ini merupakan perutusan Kongregasi yang pertama diluar negeri Belanda.
Para suster kami datang ke Indonesia untuk mengelola Rumah Sakit Katolik dan berkarya dalam pelayanan kesehatan. Mereka memulai karya ini dengan penuh iman dan harapan. Kami percaya bahwa Tuhan yang telah memanggil kami tak henti-hentinya menyertai kami dengan berkatNya yang tak berkesudahan. Kongregasi berkembang dengan pesat dan meluaskan jangkauan pelayanannya ketempat-tempat lain diluar Jakarta.
Dengan hati dan tangan terbuka kami siap menanggapi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Benih yang disebarkan oleh para pendahulu kami telah menghasilkan buah yang berlimpah. Pada tahun 1933, tiga putri Indonesia pertama menggabungkan diri dalam Kongregasi dan sejak saat itu dimulailah novisiat di Indonesia.

Pada tahun 1967 Indonesia ditetapkan sebagai provinsi dari Kongregasi dan memiliki Dewan Pimpinan Provinsi. Saat ini kami memiliki 59 komunitas yang tersebar di berbagai pulau.

Pada tahun 2002 Timor Timur lepas dari Indonesia dan berdiri sebagai negara merdeka dengan nama Timor Leste. Namun dalam struktur Kongregasi kami Timor Leste termasuk provinsi Indonesia.
Kami hadir dan melibatkan diri dalam aneka karya kerasulan di 14 wilayah Keuskupan, dari Sumatra sampai Sorong dan berakhir di Timor Leste.

Apa yang kami lakukan
Kami melibatkan diri dalam berbagai karya kerasulan, yaitu dalam pelayanan kesehatan, pendidikan, sosial dan pastoral.

Indonesia2Pelayanan Kesehatan.
Dalam pelayanan kesehatan kami tidak hanya mengupayakan kesehatan jasmani, namun lebih dari itu, kami mengupayakan keutuhan manusia. Pelayanan ini kami berikan kepada para pasien dan keluarga, rekan-rekan sekerja dan keluarganya, komunitas kami serta masyarakat.

Kami terlibat dalam pengelolaan rumah-sakit dan poliklinik diberbagai kota maupun pengelolaan pusat kesehatan masyarakat di desa-desa. Kami juga mengelola Pendidikan Akademi Perawat maupun Pendidikan Tinggi Keperawatan yang mempersiapkan tenaga profesional keperawatan
Pelayanan sosial pastoral juga kami berikan bagi para pasien di rumah sakit, maupun bagi para teman sejawat. Kami mendampingi para mahasiswa perawat dan karyawan yang tinggal diasrama.

Indonesia3Pelayanan Pendidikan
Bunda Pendiri kami memulai karyanya dengan menerima anak-anak miskin untuk meletakkan dasar yang baik dalam batin mereka, dengan mengajar agama dan ketrampilan serta mengajar bagaimana mereka berdoa dan mencintai Tuhan. Ini merupakan salah satu bentuk pendidikan non formal. Dalam semangat itulah kami melanjutkan keterlibatan kami dalam karya pendidikan formal dan non formal, sebagaimana dibutuhkan di Indonesia.

Indonesia4Kami melibatkan diri dalam pengelolaan sekolah-sekolah, baik milik kami maupun milik yayasan lain, dari berbagai jenjang sekolah: dari Taman Kanak-Kanak sampai dengan Sekolah Menengah. Selain itu kami juga mengelola Pendidikan Tinggi Sekretaris dan Akademi Kesejahteraan Sosial.
Kami berusaha membekali para siswa, tidak hanya dengan ilmu pengetahuan saja, tetapi juga dengan pembentukan kepribadian. Mereka belajar untuk mencintai sesamanya, menghargai kehidupan, bersikap solider terhadap yang menderita dan berkekurangan serta berkepedulian sosial.

Dalam karya pelayanan di asrama bagi para mahasiswa/siswa, pembentukan kepribadian juga menjadi tujuan utama pelayanan kami,disamping menyajikan tempat dan kesempatan belajar yang baik. Lewat kehidupan bersama mereka menjalin semangat kekeluargaan dan membina kepekaan, kepedulian dan tanggungjawab sosial.

Indonesia5Indonesia6Pelayanan Sosial
Bidang Sosial merupakan salah satu pilihan karya kerasulan kami dalam upaya mewujudkan spiritualitas Pendiri Kongregasi kami. Lewat keterlibatan kami dalam realita pergumulan kaum miskin dan golongan tersisih disekitar kita, kami mencoba memberi bentuk pada pelayanan sosial yang telah dirintis sejak awal. Keterlibatan ini kami wujudkan dalam pelayanan bagi a.l.: anak-anak jalanan, yatim piatu, cacad dan putus sekolah; juga dalam usaha mengupayakan rehabilitasi sosial, peningkatan taraf ekonomi di pedesaan, konsultasi sosial dsb.

Indonesia7

 

 

 

 

Pelayanan Pastoral
Indonesia8Indonesia9Melayani demi keutuhan manusia agar mereka semakin menjadi citra Allah, merupakan dasar pelayanan pastoral kami. Karenanya kami berjuang untuk menempatkan aspek pastoral dalam semua bidang pelayanan kami (kesehatan, pendidikan dan sosial). Di samping lewat pengelolaan rumah retret, pelayanan pastoral juga kami laksanakan dengan melibatkan diri dalam pembangunan umat basis di paroki, kelompok doa di lingkungan, kegiatan muda/i, perawatan di rumah adiyuswa, dsb.

Indonesia10

Indonesia11Indonesia12 

 

 

 

Untuk keterangan lebih lanjut dapat dibaca di: http://www.sustercb.org/

Tinggalkan balasan

Informasi pribadi anda tidak akan dipublikasikan. Tanda * wajib diisi.