Homili Paus Fransiskus Dalam Misa Penutupan Hari Orang Muda Sedunia 2013

Pergilah, janganlah takut, dan layanilah

Saudara para uskup dan para imam,
Para sahabat muda terkasih,

“Pergilah dan jadikan semua bangsa murid-Ku”. Dengan kata-kata ini, Yesus sedang berbicara kepada kita masing-masing, dengan mengatakan: “Hal menakjubkan ambil bagian dalam Hari Orang Muda Sedunia, menghidupi iman bersama-sama dengan orang-orang muda dari empat penjuru bumi, tetapi sekarang Anda harus pergi, sekarang Anda harus meneruskan pengalaman ini kepada orang lain”. Yesus sedang memanggil Anda untuk menjadi seorang murid dengan sebuah perutusan! Hari ini, dalam terang sabda Allah yang telah kita dengar, apa yang Tuhan katakan kepada kita? Tiga gagasan sederhana: Pergilah, janganlah takut, dan layanilah.

1. Pergilah.

Selama hari-hari ini di sini di Rio, Anda telah dapat menikmati pengalaman menakjubkan bertemu Yesus, bertemu Dia bersama-sama dengan orang lain, dan Anda telah merasakan sukacita iman. Tetapi pengalaman perjumpaan ini tidak harus tetap terkurung dalam hidup Anda atau dalam kelompok kecil paroki Anda, gerakan Anda, atau komunitas Anda. Itu akan menjadi seperti pemotongan oksigen dari api yang sedang membakar kuat. Iman adalah api yang tumbuh lebih kuat semakin iman itu dibagikan dan disalurkan, sehingga setiap orang dapat mengenal, mengasihi dan mengakui Yesus Kristus, Tuhan atas kehidupan dan sejarah (bdk. Rm 10:9).

Bagaimana pun juga, berhati-hatilah! Yesus tidak mengatakan: “jika Anda ingin, jika Anda punya waktu”, tetapi: “pergilah dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku”. Berbagi pengalaman iman, memberi kesaksian bagi iman, memberitakan Injil: ini adalah suatu perintah yang Tuhan percayakan kepada seluruh Gereja, dan itu termasuk Anda; tetapi ini adalah suatu perintah yang lahir bukan dari kehendak untuk menguasai atau kekuasaan, tetapi dari kekuatan kasih, dari fakta bahwa Yesus pertama-tama datang ke tengah-tengah kita dan memberi kita, bukan sebuah bagian dari diri-Nya, tetapi seluruh diri-Nya, Ia memberikan nyawa-Nya untuk menyelamatkan kita dan untuk menunjukkan kepada kita kasih dan belas kasih Allah. Yesus tidak memperlakukan kita sebagai budak, tetapi sebagai orang bebas, sebagai sahabat, sebagai saudara dan saudari; dan Ia tidak hanya mengutus kita, Ia menemani kita, Ia selalu berada di samping kita dalam perutusan kasih kita.

Ke mana Yesus mengutus kita? Tidak ada garis batas, tanpa batas: Ia mengutus kita kepada semua orang. Injil untuk semua orang, bukan hanya untuk beberapa orang. Tidak hanya bagi mereka yang tampaknya dekat dengan kita, lebih mau menerima, lebih ramah. Injil untuk semua orang. Jangan takut untuk pergi dan membawa Kristus ke dalam setiap bidang kehidupan, ke masyarakat pinggiran, bahkan kepada mereka yang tampaknya paling jauh, paling acuh tak acuh. Tuhan mencari semua orang, Ia ingin semua orang merasakan kehangatan belas kasih-Nya dan kasih-Nya.

Secara khusus, saya menginginkan perintah Kristus: “Pergilah” bergetar di dalam Anda orang-orang muda dari Gereja di Amerika Latin, terlibat dalam perutusan benua yang dipromosikan oleh para Uskup. Brasil, Amerika Latin, seluruh dunia membutuhkan Kristus! Santo Paulus mengatakan: “Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil!” (1 Kor 9:16). Benua ini telah menerima pemberitaan Injil yang telah menandai sejarahnya dan menyimpan banyak buah. Sekarang pemberitaan ini dipercayakan juga kepada Anda, sehingga memungkinkan berkumandang dengan kekuatan yang menyegarkan. Gereja membutuhkan Anda, antusiasme Anda, kreativitas Anda dan sukacita Anda yang begitu khas. Seorang rasul besar Brazil, Beato José de Anchieta, memulai perutusan ketika ia baru berusia sembilan belas tahun. Apakah Anda tahu apa alat terbaik untuk menginjili kaum muda? Orang muda lainnya. Inilah cara untuk diikuti!

2. Janganlah takut.

Beberapa orang mungkin berpikir: “Saya tidak memiliki persiapan khusus, bagaimana saya bisa pergi dan memberitakan Injil”. Sahabatku terkasih, ketakutan Anda tidak begitu sangat berbeda dari ketakutan Yeremia, seorang muda seperti Anda, ketika ia dipanggil oleh Allah menjadi seorang nabi. Kita baru saja mendengar kata-katanya: “Ah, Tuhan Allah! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda” (Yer 1:6). Allah mengatakan hal yang sama kepada Anda sebagaimana Ia berkata kepada Yeremia: “Janganlah takut… sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau” (Yer 1:8). Ia bersama kita!

“Janganlah takut!”. Ketika kita pergi untuk memberitakan Kristus, adalah Ia sendiri yang pergi mendahului kita dan menuntun kita. Ketika Ia mengutus murid-murid-Nya dalam perutusan, Ia berjanji: “Aku menyertai kamu senantiasa” (Mat 28:20). Dan ini juga berlaku bagi kita! Yesus tidak meninggalkan kita sendirian, Ia tidak pernah meninggalkan Anda sendirian! Ia selalu menemani Anda.

Dan kemudian, Yesus tidak mengatakan: “Salah satu dari Anda pergilah”, tetapi “Anda semua pergilah”: kita diutus bersama-sama. Sahabat-sahabat muda terkasih, sadarilah persahabatan seluruh Gereja dan juga persekutuan para kudus dalam perutusan ini. Ketika kita menghadapi tantangan bersama-sama, maka kita kuat, kita menemukan sumber yang kita tidak ketahui yang kita miliki. Yesus tidak memanggil para Rasul untuk hidup dalam keterasingan, Ia memanggil mereka untuk membentuk sebuah kelompok, sebuah komunitas. Saya ingin berpesan kepada Anda, para imam terkasih yang berkonselebrasi dengan saya pada Ekaristi ini: Anda telah datang untuk menemani orang-orang muda Anda, dan ini menakjubkan, untuk berbagi pengalaman iman ini bersama mereka! Tetapi itu adalah sebuah tahap pada perjalanan. Silakan lanjutkan untuk menemani mereka dengan kemurahan hati dan sukacita, bantulah mereka untuk menjadi secara aktif terlibat dalam Gereja; jangan pernah membiarkan mereka merasa sendirian! Dan pada titik ini saya ingin menyampaikan terima kasih saya yang tulus kepada kelompok-kelompok pelayanan kaum muda, kepada gerakan-gerakan dan komunitas-komunitas baru yang mendampingi orang-orang muda dalam pengalaman mereka menjadi Gereja. Mereka begitu kreatif, begitu berani. Lanjutkan dan jangan takut!

3. Kata terakhir : layanilah.

Kata-kata pembukaan mazmur yang kita serukan adalah: “Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN” (Mzm 96:1). Apa lagu baru ini? Lagu tersebut tidak terdiri dari kata-kata, bukan suatu melodi, lagu tersebut adalah lagu kehidupan Anda, lagu tersebut sedang memungkinkan hidup kita untuk diperkenalkan dengan hidup Yesus, sedang berbagi perasaan-Nya, pikiran-Nya, perbuatan-Nya. Dan kehidupan Yesus adalah suatu kehidupan bagi orang lain. Itulah suatu kehidupan pelayanan.

Dalam Bacaan Kedua kita hari ini, Santo Paulus berkata: “Aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang” (1 Kor 9:19). Dalam rangka memberitakan Yesus, Paulus menjadikan dirinya “hamba bagi semua orang”. Penginjilan berarti bersaksi secara pribadi bagi kasih Allah, mengatasi keegoisan kita, melayani dengan membungkuk untuk membasuh kaki saudara-saudara kita, seperti yang dilakukan Yesus.

Tiga kata: Pergilah, jangan takut, dan layanilah. Ikutilah tiga kata ini: Pergilah, jangan takut, dan layanilah. Jika Anda mengikuti tiga gagasan ini, Anda akan mengalami bahwa seseorang yang memberitakan Injil diinjili, seseorang yang meneruskan sukacita iman menerima sukacita. Sahabat-sahabat muda terkasih, saat Anda kembali ke rumah Anda, jangan takut untuk bermurah hati bersama Kristus, menjadi saksi bagi Injil-Nya. Dalam Bacaan Pertama, ketika Allah mengutus nabi Yeremia, Ia memberinya kekuatan untuk “mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam” (1:10). Ini sama untuk Anda. Membawa Injil adalah membawa kuasa Allah untuk mencabut dan merobohkan kejahatan dan kekerasan, untuk membinasakan dan meruntuhkan hambatan keegoisan, intoleransi dan kebencian, sehingga membangun sebuah dunia baru. Yesus Kristus sedang mengandalkan Anda! Gereja mengandalkan Anda! Paus mengandalkan Anda! Semoga Maria, Bunda Yesus dan Bunda kita, selalu menemani Anda dengan kelembutannya: “Pergilah dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku”. Amin.

(Dari: http://pope-at-mass.blogspot.nl/2013/07/homili-paus-fransiskus-dalam-misa_29.html)

Tinggalkan balasan

Informasi pribadi anda tidak akan dipublikasikan. Tanda * wajib diisi.