Badan Konsultatif Umum (BKU) 2013

Badan Konsultatif Umum (BKU) 2013

GOO63Pemimpin Umum dan dewannya dalam melaksanakan kebijkasanaan Kongregasi dibantu oleh Badan Konsultatif Umum (Konst. 186). Bagian dari Konstitusi 188 menyatakan Badan Konsultatif Umum hendaknya berusaha menangkap arti tanda-tanda jaman agar mencapai kesepakatan pandangan yang dapat memberi arah kepada Kongregasi.

Untuk pertama kali dalam periode ini, Dewan Pimpinan Umum mengundang para anggota BKU untuk bertemu di Yogyakarta, Indonesia pada tanggal 17 Februari s/d 6 Maret 2013.

Tema pertemuan tersebut adalah: “Mistik dan Profetik dalam Jiwa Kongregasi Kita”. Tema ini dipilih sebagai upaya untuk menekankan pendalaman lebih lanjut akan dimensi mistik dan profetik dalam kehidupan kami sebagai suster CB. Simbol yang dipilih untuk pertemuan ini adalah “Dewi Kunthi”. Dewi Kunthi adalah simbol mistik dan profetik dalam wayang kulit Jawa.

Kami berharap bahwa pertemuan ini akan menghasilkan kebijakan penting sebagai tanggapan kami terhadap kebutuhan jaman. Kita berdoa dan memberi dukungan bagi semua utusan dalam pertemuan ini.

Cerita singkat tentang Dewi Kunthi

Dewi KunthiKunthi adalah sosok wanita dalam pewayangan Jawa. Para tokoh dalam wayang kulit mencerminkan kehidupan nyata yang memiliki banyak nilai. Kami mengambil tokoh Kunthi yang merupakan istri Pandu seorang raja di Hastinapura. Raja ini juga menikah dengan Madrim. Oleh karena kedua istrinya tidak bisa memberikan anak, maka raja dan kedua istrinya ke hutan untuk bermeditasi. Ketika mereka tinggal di hutan, Kunthi semakin dekat dengan Allah. Dan karena itu Tuhan memberikan kasih karunia-Nya. Akhirnya dia mempunyai 3 putera, yaitu Yudistira, Bima dan Arjuna. Dan kemudian Kunthi mengundang Madrim berdoa kepada Allah untuk maksud yang sama. Akhirnya Madrim juga mempunyai 2 putera, yaitu Nakula dan Sadewa. Setelah Pandu dan Madrim meninggal, Kunthi mengasuh kelima putera tersebut. Dan kelima putera ini disebut Pandawa Lima. Kunthi mengasuh putera-puteranya dan mendidik mereka menjadi para pangeran yang baik, dan setelah beberapa waktu Kunthi menyerahkan tahta kepada Yudistira. Kemudian Kunthi meninggalkan kerajaan dan tinggal di hutan dalam kemurnian sampai dia meninggal.

Dia merupakan contoh seorang wanita yang dipilih oleh Allah untuk menjadi ibu dari lima Pandawa, tokoh wayang yang mencerminkan keutamaan, seorang yang konsisten, sekuat gunung tapi masih memberikan kenyamanan, yang selalu optimis, penuh harapan, secara jasmani sehat dan bersemangat untuk belajar. Dia adalah wanita yang bersikap baik, setia kepada orang tua dan penuh belas kasih terhadap sesama dan juga begitu tulus bahwa ia memperoleh kasih karunia Allah. Kunthi adalah pribadi yang taat dan pemberani dan rela mengorbankan dirinya demi kehidupan, seseorang yang mengandalkan dirinya pada doa dan meditasi dalam keheningan, agar semakin dekat dengan Tuhan. Dia juga orang yang penuh syukur atas segala sesuatu yang telah dialaminya. Dia adalah seorang wanita yang visioner, yang berani melihat masa depan untuk kebaikan.

Silahkan lihat album foto: BKU 2013 di Yogyakarta

Tinggalkan balasan

Informasi pribadi anda tidak akan dipublikasikan. Tanda * wajib diisi.