Proses Pembinaan

“Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.” (Yes. 64:8)

Elisabeth Gruyters, seorang wanita yang beriman dalam, hatinya tersentuh oleh penderitaan sesama yang dalam kesesakan hidup. Maka tumbuh dan berkembanglah di dalam dirinya hasrat untuk sepenuhnya membuka diri serta menanggapi karya keselamatan Allah. Hasrat itu terungkap dalam keinginannya untuk dapat diterima dalam sebuah biara di mana Tuhan akan diabdi secara tulus ikhlas. Keinginannya untuk hidup membiara terwujud dalam Kongregasi yang didirikannya.da Elsiabeth mencari Kerajaan Allah. (Konst. 1)

Apakah panggilan itu?
Panggilan adalah undangan Allah atau panggilan bagi setiap individu untuk mengasihi dan melayani Dia dan Gereja-Nya dengan cara hidup tertentu. Kebebasan setiap orang terletak pada penemuan panggilan hidupnya dan keterbukaan hati dalam menanggapinya.

  • Hidup adalah karunia Allah kepada kita.
  • Apa yang kita lakukan terhadap hadiah kita ini kepada Allah?
  • Apa yang Anda inginkan dengan hidup Anda?
  • Bagaimana Anda bisa memberi makna yang terbaik untuk hidup Anda?
  • Apakah Anda merasa dipanggil untuk suatu panggilan hidup religius?
  • Apakah Anda seorang wanita dewasa berumur 18 tahun atau lebih, yang memiliki keinginan untuk menjawab panggilan Tuhan, untuk mengikuti suara hati Anda dan merasa bebas untuk bergabung dengan kami?
  • Tapi, bagaimana Anda bisa yakin bahwa Allah memanggil Anda?
  • Tidak ada jawaban maupun tanda yang jelas. Kadang-kadang Tuhan memanggil Anda dengan cara yang sangat halus dan sederhana.
  • Jika Anda merasa tertarik untuk menjalin relasi yang lebih mendalam dengan Allah dan ingin menggunakan hidup Anda untuk membuat suatu perubahan bagi dunia ini.
  • Jika Anda pernah merasa ingin tahu bagaimana rasanya hidup sebagai religius dalam Kongregasi CB.
  • Atau bila Anda pernah sedikit mengagumi salah satu suster kami dan Anda tidak tahu mengapa.

Mungkin itu suatu petunjuk kecil bahwa pada dasarnya Anda tertarik pada kehidupan religius. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut kemungkinan untuk menjadi Suster Cinta Kasih St Carolus Borromeus atau Suster CB, silahkan menghubungi kami melalui telepon, email, atau dengan cara yang lain. Kami akan menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda dan berbagi dengan Anda apa arti menjadi Suster CB dalam hidup kami. Kita tidak pernah tahu kapan Tuhan memanggil kita.

Proses Pembinaan

Memilih menjadi anggota Kongregasi ini berarti bahwa kita hendak menanggapi panggilan Tuhan dalam semangat Injil seperti yang dihayati Bunda Elisabeth, dan dirumuskan dalam Konstitusi. (Konst. 69).

Seorang calon menjadi anggota Kongregasi dengan mengikrarkan kaul. Atas dasar keanggotaan itu ia mengambil bagian dalam hidup dan perutusan Kongregasi yang memberikan hak dan kewajiban sesuai dengan Konstitusi. (Konst. 67).

Seorang calon yang ingin menjadi anggota Kongregasi harus siap menjalani tiga tahap pembinaan. Tahapan-tahapan tersebut adalah: pembinaan awal selama postulan dan novisiat, pembinaan dalam karya kerasulan selama periode profesi sementara, dan pembinaan diri terus-menerus yang akan berlangsung dalam tahap kehidupan selanjutnya.

1. Masa Postulat

Kata “postulan” mungkin baru bagi Anda sedemikian juga halnya dengan kebanyakan dari kami sebelum kami masuk ke biara.Kata ini berasal dari bahasa latin postulare, yang berarti “permintaan,” seorang postulan semula adalah orang yang membuat permintaan, oleh karena itu, seorang kandidat.
Dewasa ini kata “postulan” terutama mengacu pada seseorang yang meminta untuk diterima dalam sebuah biara, dan “postulat” mengacu pada periode waktu sebelum diterima di novisiat.
Seorang Postulan atau Calon tidak berkaul tetapi dia telah membuat komitmen yang lebih formal untuk masuk ke dalam misi dan hidup kongregasi.

Proses permohonan
Proses permohonan untuk menjadi postulan terdiri dari melengkapi permohonan tertulis, menulis tentang otobiografi, pemeriksaan latar belakang keluarga, psikotes lengkap dan wawancara dan pemeriksaan kesehatan. Seorang calon, atas permohonannya sendiri dan atas rekomendasi dari pimpinan postulan, diperkenankan memasuki masa postulat oleh pemimpin Provinsi/ Regio.
Seorang calon diijinkan mengawali masa postulatnya jika ia:

  • tidak ada ikatan pernikahan;
  • tidak ada ikatan dengan Kongregasi lain;
  • mempunyai surat permandian dan surat penguatan;
  • dengan kehendak bebas memilih kehidupan religius;
  • sehat jasmani dan rohani;
  • cukup matang untuk menjalani proses pembinaan;
  • mampu hidup berkomunitas.

Proses penerimaan postulan sebagai berikut:

  • Dua bulan sebelum tanggal yang diusulkan, calon menyerahkan evaluasi diri pada formator.
  • Formator menyerahkan laporan ke pemimpin Provinsi / Regio satu bulan sebelum tanggal yang diusulkan.
  • Surat rekomendasi dari formator yang diserahkan kepada pemimpin Provinsi / Regional.
  • Triduum sebelum hari penerimaan.

Selama masa postulat Kongregasi mengevaluasi apakah seorang calon cocok dan mempunyai panggilan, menguji serta menambah pengetahuannya tentang hidup kristiani, menghidupkan dan memberi kesempatan untuk perkembangan kerohanian dan kejiwaannya. (Konst. 77).

Oleh karena itu, selama masa postulat, Anda menerima bimbingan rutin dan pengarahan dari pimpinan pembinaan dan juga belajar mengenai:

  • Dasar-dasar tentang iman
  • Doa, Liturgi, dan Mazmur
  • Kehidupan Bunda Elisabeth
  • Sejarah Kongregasi kami
  • Prinsip-Prinsip Dasar Hidup Religius.

Para postulan mengikuti berbagai kegiatan di Rumah Pembinaan kami, seperti tugas-tugas pelayanan, berbagai program, dan kegiatan rekreasi. Mereka juga mengikuti kegiatan pelayanan kesehatan, sosial pastoral dan pendidikan kerasulan. Allong dengan semua kegiatan ini, fokus utama mereka tetap pada kehidupan doa mereka dengan para suster kita.
Lamanya postulan dapat bervariasi dari enam bulan sampai dua tahun, menurut penilaian direktris, dan dalam consulation dengan postulan dirinya (Dir. 65).

Ketika masa postulan telah berakhir, postulan tersebut, atas permintaan sendiri dan dengan rekomendasi dari direktris dari postulan, akan dimasukkan ke novisiat oleh pemimpin provinsi dengan persetujuan dewannya (Lanj. 78).

2. Masa Novisiat

Kriteria penting yang dipertimbangkan dalam penerimaan seorang postulan ke novisiat adalah kedewasaan pribadi dan afeksinya. Seorang calon harus bersedia dan mampu menjalani proses pembinaan.

“Masa Novisiat” merupakan tahap di mana seseorang sebagai novis (yang berarti “baru”) di komunitas. Ini merupakan persiapan untuk mengikrarkan kaul sementara. Selama masa ini novis diperkenalkan dan dibimbing ke arah kehidupan religius dengan ikatan akul dalam Kongregasi. (Konst. 79) demi kehidupan dan perutusan Kongregasi. (Dir. 68).
Pembinaan pada masa Novisiat berlangsung selama dua tahun dan diawali dengan upacara Penerimaan busana biara dan kerudung putih, pada saat yang sama menerima nama baru (ini pilihan). Tahun pertama, tahun kanonik, adalah periode untuk doa dan belajar secara intensif. Pada tahun kedua diperkenankan selama beberapa minggu mengalami pelayanan kerasulan.

Para novis kami mengikuti pelajaran:

  • Kitab Suci
  • Doa
  • Gereja
  • Hidup Membiara dan Nasihat Injil
  • Spiritualitas Kongregasi
  • Konstitusi dan Direktorium kami
  • Karya Kerasulan kami

Selama persiapan untuk mengikrarkan kaul itu kepekaan religius serta bakat-bakat yang ada pada novis hendaknya dibimbing dan diperhatikan agar perkembangannya seirama dengan spiritualitas serta kharisma Kongregasi. (Konst. 80).

Menjelang berakhirmya masa novisiat, atas permohonannya sendiri dan atas rekomendasi dari pemimpin novis, seorang novis daapat diijinkan mengikrarkan kaul pertama oleh pemimpin provinsi dengan persetujuan dewannya. Tolok ukurnya ialah kesiapsediaan serta kemampuan untuk turut serta dalam kehidupan dan perutusan Kongregasi. (Konst. 84).