Brasilia

Perkenalan antara Sr Cresencia dengan Pastor Francisco Pintac membuka jalan bagi kehadiran kami di Brasilia. Pastor Chico, seorang imam Filipina, mengundang Sr Cresencia untuk mengunjungi Brasilia, untuk melihat kemungkinan memulai misi baru di sana. Selama kunjungannya yang pertama di Brasilia, Sr Crisencia dan Sr Melanie diperkenalkan dengan Pastor Joseph Daniel Potter yang telah bekerja di Keuskupan Juazeiro selama 50 tahun. Pastor Joseph Daniel Potter dari Keuskupan Bridgeport, Connecticut, USA, kemudian mengajak Kongregasi kami untuk bekerja sama dengan dia. Dialah orang yang memfasilitasi kami tinggal di keuskupan ini. Sampai saat ini ia memainkan peran yang penting dalam pembentukan misi di Keuskupan Juazeiro-Bahia, Brasilia ini. Pada bulan April 2007, Sr Evelyn Aranas tiba didampingi oleh Sr Cresencia dan pada bulan November 2007 Sr.Theresiata Suwarsih tiba. Para suster dikirim ke Brasilia, (Centro Cultural Missionario) untuk mempelajari bahasa dan budaya. Suster Evelyn Aranas dan Theresiata Suwarsih sekarang menjadi pekerja pastoral fulltime di Juazeiro bersama dengan Pastor Jose Potter.

Apa yang kita lakukan?
Pada tahun pertama, para suster yang membantu pelayanan Pastor Joseph Potter di komunitasnya. Masing-masing memiliki komunitas tertentu untuk didampingi. Sr Evelyn mendampingi masyarakat Sao Sebastiao dan Suster Theresiata mendampingi masyarakat dari Conceicao Imaculada. Selain tanggung jawab tersebut, para suster memperluas bantuan mereka dengan pembentukan katekismus, coroinhas (pelayan altar), liturgi, evangelisasi, paduan suara, ibadat sabda terutama ditengah masyarakat yang tidak memiliki Pastor.

Saat ini, sudah memasuki tahun ke-5, para suster terlibat dalam karya pastoral yang lainnya, Sr Theresiata sekarang koordinator Pessoa Da Pastoral Idosa (Lansia) mengunjungi orang-orang tua, memberikan komuni dan juga membantu para wanita terutama ibu-ibu yang anak-anaknya belajar di taman kanak (TK) untuk membuat kristik yang bisa dijual. Sr Evelyn juga merupakan pekerja sukarela di rumah sakit umum. Setiap Kamis sore, bersama dengan relawan lainnya, mereka mengunjungi orang-orang sakit. Dengan kedatangan imam baru, ada pembaharuan di paroki. Pastor Jose sekarang bekerja di pedalaman dan imam baru mengambil alih matriksnya. Dengan perubahan ini, Sr Theresiata membantu Fr. Jose di pedalaman sementara sr. Evelyn membantu komunitas-komunitas yang baru.

Setidaknya dalam komunitas-komunitas di mana para suster terlibat, banyak orang di Juazeiro yang merupakan pendatang, mereka mencari padang rumput hijau di kota-kota di sepanjang Sungai San Francisco yang besar, yang menjanjikan kehidupan yang lebih baik. Mereka adalah orang-orang miskin, banyak diantara mereka yang tidak mengenal pendidikan di sekolah bahkan hanya untuk dasar-dasar menulis dan membaca mereka tidak bisa. Barangkali tidak ada kesempatan yang cukup bagi mereka untuk memperoleh pengetahuan tersebut.

Orang-orang di sana sangat peka terhadap cara para suster dalam memberikan dukungan dan merawat satu dengan yang lain. Interaksi pribadi yang diungkapkan dalam kata-kata dan tindakan mudah dirasakan oleh masyarakat terutama mereka yang sering bersentuhan dengan para suster ini. Jadi dalam lingkungan yang seperti ini, para suster CB bisa menggunakan waktu dan kreativitas untuk memperkenalkan kehidupan religius dan dasar iman bagi hampir semua orang di komunitas tersebut. Pertanyaan mereka berhubungan dengan integritas dan relevansi keimamatan dan kehidupan religius pada umumnya.

Rumah para suster juga terbuka bagi mereka yang membutuhkan keheningan, doa, dan rekoleksi. Para suster bisa menjadi saluran bagi masyarakat untuk mengungkapkan iman mereka. Para suster berharap agar dapat mendampingi perkembangan orang-orang yang mereka layani dan mereka juga terbantu oleh orang-orang tersebut untuk semakin memperdalam iman dan misi mereka. Semoga nama Tuhan dimuliakan.

Tinggalkan balasan

Informasi pribadi anda tidak akan dipublikasikan. Tanda * wajib diisi.